Kegunaan Berbagai Jenis Bahan Kaos dalam Kehidupan Sehari-hari.

artikel17_resize_700_0_rel_left_top.jpg

Kaos terbuat dari aneka bahan yang bervariasi dan memiliki manfaat serta tujuan yang berbeda-beda. Menyesuaikan bahan dengan tujuan dan fungsi bahan-bahan tersebut akan memaksimalkan nilai kaos polos dan manfaat yang kita peroleh darinya. Salah memilih bahan kaos malah akan merugikan pemakainya.

  1. Katun CombedKita sudah sering mendengar tentang bahan katun ini. Bahan katun Combed lebih bagus dari bahan katun biasa, karena proses Combing (penyisiran) kapas yang menyisakan hanya serat-serat paling halus dan menyingkirkan serat-serat yang pendek atau kasar. Sehingga serat benang lebih halus dan rata yang membuat penampilannya lebih lembut, rata dan rapi ketika digunakan. Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan combed berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di pasaran yang dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya (gr/m2). Ada Katun combed dengan benang 20s, 24s, 30s. hal yang membedakan adalah ketebalannya. Kain 20s memiliki ketebalan yang paling tebal, sedangkan combed 30s justru memiliki ketebalan yang paling tipis. Namun kain Combed 20s adalah kain yang paling banyak dipakai dan menjadi favorit distro atau produsen kaos polos lainnya karena selain kenyamanan ketika digunakan, harganya juga relatif tidak mahal.
  2. CardedBelum banyak yang mendengar tentang jenis ini. Dibandingkan dengan kain combed , Katun cardet memiliki serat benang yang kurang halus. Boleh dibilang, katun Carded adalah versi KW1 dariKatun combed sebab hasil rajutan dan penampilan bahannya cenderung kurang halus dan kurang rata. Tapi karena harganya relatif lebih murah dibandingkan kain katun combed, bahan cotton carded ini lebih sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, misalnya untuk kaos pabrik, seragam buruh, dan juga kaos oblong olahraga.
  3. Teteron Cotton (TC)seiring dengan kemajuan teknologi, pembuatan kain kaos polos semakin dapat semakin kompleks. Beberapa bahan bahkan dapat dicampur atau dikombinasikan sehingga menghasilkan suatu bahan baru yang memenuhi tujuan dan kebutuhan konsumen. Banyak bahan kain merupakan hasil dari penggabungan katun dan Polyester, salah satunya adalah Teteron Cotton atau lebih dikenal dengan TC ini. Jenis bahan TC merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester. TC ini seperti PE, cenderung terasa panas ketika dipakai karena kurang bisa menyerap keringat. Namun kelebihan dari bahan ini adalah lebih tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai. Bahan TC dapat digunakan untuk santai ataupun sebagai kaos olahraga.
  4. CVC (Cotton Viscose)Namanya yang unik membuat kita penasaran, seperti apakah bahan kaos yang satu ini. Viscose sering disebut juga dengan rayon, yaitu sebuah serat sintesa selulosa organik (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Teksturnya memiliki kesamaan mirip dengan tekstur kapas. Viscose biasanya digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga menambah kecemerlangan warna. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, warna yang lebih bright dan tekstur yang lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini terkesan mewah, sehingga harganya mahal dan jarang tersedia di pasar Indonesia.
  5. Polyester atau PESesuai namanya, Polyester merupakan bahan serat sintetis yang terbuat dari bahan ester (dalam hal ini hasil sampingan minyak buni yang dibuat menjadi bahanserat fiberpoly). Dibandingkan katun, kain jenis ini lebih tipis, agak kasar, dan tidak mudah menyerap keringat sehingga sangat panas ketika dipakai. kaos polos dengan bahan ini biasanya sangat murah harganya, namun tentu memang tidak memberikan kenyamanan yang diharapkan.